Kamis, 07 Oktober 2021

PROSESI PANGGIH DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA by HELLO WEDDING ORGANIZER

(Foto by Hello Wedding Organizer)

Dalam pernikahan adat jawa, selain siraman dan midodareni, prosesi lain yang biasanya juga dilakukan adalah prosesi panggih. Kata Panggih jika diartikan berarti bertemu, yang merupakan puncak acara bagi tradisi perkawinan adat jawa. Panggih adalah prosesi pertemuan secara adat jawa antara mempelai pria dan mempelai wanita setelah resmi menikah secara agama. Jadi, upacara panggih hanya boleh dilaksanakan setelah pernikahan secara agama. Kedua mempelai dipertemukan di kursi pelaminan, sebelumnya mempelai wanita telah lebih dulu duduk di pelaminan bersama kedua orangtuanya. Berikut adalah serangkaian Prosesi Panggih :

 

1)   Pasrah Pisang Sanggan

Pisang mengandung arti jenis buah-buahan dan Sanggan yang berarti segala hal untuk menyangga. Sanggan pada umumnya dikenal dengan tebusan.


(Foto by Hello Wedding Organizer)


2)   Balangan Gantal

Balangan berarti melempar, sedangkan Gantal berarti daun sirih yang sudah diikat dengan benang. Suruh yang diikat dengan benang sebagai lambang perjodohan dan telah diikat dengan tali suci.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

 

3)   Wijidadi

Mempelai pria menginjak telur ayam hingga pecah dengan kaki kanan, kemudian mempelai wanita akan membasuh kaki sang suami dengan air bunga. Proses ini melambangkan seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya dan istri yang taat melayani suaminya.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

 

4)   Junjung Derajat

Dalam prosesi ini mempelai pria mengangkat tubuh pengantin putri dengan maksud menjunjung derajat atau mengangkat derajat istrinya sehingga posisinya sama dengan suami.

 

5)   Unjukan Tirto Wening

Orangtua mempelai wanita saling bergantian memberikan Tirto Wening kepada kedua mempelai sebagai ucapan selamat datang dan diterimanya pengantin pria menjadi salah satu anggota keluarga.


6)   Sinduran

Dalam ritual ini, ayah mempelai wanita menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan, ibu pengantin perempuan menyampirkan kain sindur sebagai tanda bahwa sang ayah menunjukkan contoh yang baik dan sang ibu memberikan dukungan moral.


(Foto by Hello Wedding Organizer)


7)   Pangkon

Pasangan pengantin duduk di pangkuan ayah mempelai wanita, dan sang ayah akan berkata bahwa berat mereka sama, berarti tanda kasih sayang orangtua terhadap anak dan menantu sama besarnya, tidak membeda-bedakan.


(Foto by Hello Wedding Organizer)


8)   Tanem Jero

Ayah mempelai wanita mendudukkan kedua mempelai di kursi pengantin sebagai tanda merestui pernikahan mereka dan memberikan berkat.

 

9)   Minum Air Degan

Air degan atau air kelapa muda dilambangkan sebagai air suci dan air kehidupan. Air degan yang diminum bersumber dari satu gelas saja untuk seluruh keluarga. Sang ayah dari mempelai wanita akan menjadi yang pertama meminum air degan, lalu diteruskan ke sang ibu hingga kepada kedua mempelai. 


(Foto by Hello Wedding Organizer)


10)   Kacar Kucur

Sebuah tahap dimana mempelai pria memberikan lambang harta dengan cara mengucurkan beras kuning pada pangkuan mempelai wanita yang dibawahnya dialasi dengan kain. Tampa kaya mempunyai makna simbolik bahwa seorang pria bertanggung jawab untuk memberi nafkah kepada istrinya.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

 

11)   Dulangan

Kedua mempelai saling menyuapi nasi satu sama lain, yang melambangkan akan hidup bersama dalam susah maupun senang.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

 

12)   Sungkeman

Mempunyai makna simbolik yaitu tanda bakti anak kepada orangtua yang telah membesarkannya hingga dewasa, permohonan anak kepada orangtua supaya diampuni kesalahannya dan memohon do'a restu supaya dalam membina bahtera rumah tangga dapat bahagia dan sejahtera. Mempelai pria melepaskan keris yang merupakan lambang kekuatan yang dipakainya ketika sungkeman, hal ini mempunyai makna simbolik penghormatan kepada orangtua, serta sebesar apapun pangkat atau kekuatan yang dimiliki oleh anak, maka dihadapan orangtuanya tidak boleh ditampakkan.


(Foto by Hello Wedding Organizer) 

Apabila kamu mencari Catering yang Amanah dan Profesional jatuhkan pilihanmu kepada "Hello Catering & Wedding Package", karena Hello Catering mempunyai Tim WO On The Day sendiri yaitu "Hello Wedding Organizer" yang akan membantu Acaramu sampai tuntas.

Jangan lupa, balutan Kebaya dan Gaun terpercaya dari "Hello Bridal" yang bisa jadi pilihan kamu. Dan rangkaian Dekorasi cantik nan elegan dari "Hello Dekorasi Bekasi" yang jangan sampai kamu lewatkan yaa..

Hubungi kami :
HELLO WEDDING ORGANIZER
WhatsApp : 0813-1068-9271 (Dhika)
Kantor : (021) 82599843
 
Instagram : https://www.instagram.com/hello_weddingorganizer/
Hello Wedding Organizer on Google :
https://g.co/kgs/FTEYv2
https://g.co/kgs/2aQoQJ
https://g.co/kgs/QpjTgb

Senin, 04 Oktober 2021

PROSESI MIDODARENI DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA by HELLO WEDDING ORGANIZER

(Foto by Hello Wedding Organizer)

Midodareni berasal dari bahasa jawa yaitu widodari, dalam bahasa Indonesia berarti bidadari. Masyarakat jawa tradisional percaya bahwa pada malam tersebut para bidadari dari kayangan akan turun ke bumi dan menyambangi kediaman calon pengantin perempuan. Konon, para bidadari ini akan memberi wahyu yang dapat menyempurnakan dan mempercantik pengantin perempuan.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

Midodareni dilangsungkan pada malam hari, dimana calon pengantin pria datang dan menghantarkan seserahan kepada calon pengantin wanita. Pada malam midodareni ini, keluarga besar calon pengantin pria berkunjung ke rumah calon pengantin wanita untuk mempererat tali silaturahmi. Pada malam midodareni, calon mempelai wanita hanya diperbolehkan berada di dalam kamar pengantin dan yang bisa melihatnya hanya saudara serta tamu perempuan saja. Bahkan, calon mempelai pria dilarang melihat calon istrinya di malam tersebut. Berikut adalah Prosesi Midodareni dalam Pernikahan Adat Jawa :


(Foto by Hello Wedding Organizer)

1.   Jonggolan

Dalam tahapan ini, calon pengantin pria datang ke rumah calon pengantin wanita untuk bertemu orangtuanya. Kedatangannya tersebut bertujuan untuk menunjukkan bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan hatinya telah mantap untuk menikahi putri mereka. Didampingi oleh perwakilan keluarga besar, calon pengantin pria datang sembari membawa berbagai seserahan berupa barang keperluan sehari-hari dalam jumlah ganjil. Selama berada di rumah calon pengantin wanita, calon pengantin pria menunggu di beranda dan hanya disuguhi air putih oleh calon ibu mertuanya.



(Foto by Hello Wedding Organizer)

2.   Tantingan

Setelah calon pengantin laki-laki datang dan menunjukkan kemantapan hatinya, kini saatnya calon mempelai perempuan ditanyakan kembali apakah sudah mantap menerima pinangan kekasihnya tersebut. Pada malam midodareni, calon mempelai perempuan sudah mulai menjalani masa pingitan sehingga nggak diizinkan keluar kamar selama waktu yang ditentukan. Karena itulah, kedua orangtua akan mendatangi calon pengantin perempuan di dalam kamar dan menanyakan kemantapan hatinya untuk berumah tangga.



(Foto by Hello Wedding Organizer)
 

3.   Penyerahan Catur Wedha

Ayah dari calon pengantin wanita memberi petuah kepada calon pengantin pria, petuah bagaimana menjadi suami dan ayah, bagian dari masyarakat dan hamba Tuhan. Calon pengantin putra mendengarkan nasihat yang tertuang dalam ajaran Catur Wedha (Empat Petunjuk) yaitu berisi 4 Pedoman Hidup (Hangayomi, Hangayani, Hangayemi dan Hanganthi) yang diharapkan bisa menjadi bekal untuk kedua calon pengantin dalam mengarungi hidup berumah tangga.



(Foto by Hello Wedding Organizer)

4.   Wilujengan Majemukan

Silaturahmi antara keluarga calon pengantin pria dan wanita untuk merelakan anak mereka membangun rumah tangga. Kemudian, keluarga calon pengantin wanita memberikan angsul-angsul untuk pihak keluarga pria. Namun yang tidak boleh ketinggalan adalah kancing gelung, berupa seperangkat pakaian lengkap pria beserta keris pusaka untuk dikenakan dan disandang ketika upacara panggih, yang bermakna bahwa calon pengantin pria diharapkan menjadi pelindung bagi keluarganya kelak.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

Apabila kamu mencari Catering yang Amanah dan Profesional jatuhkan pilihanmu kepada "Hello Catering & Wedding Package", karena Hello Catering mempunyai Tim WO On The Day sendiri yaitu "Hello Wedding Organizer" yang akan membantu Acaramu sampai tuntas.

Jangan lupa, balutan Kebaya dan Gaun terpercaya dari "Hello Bridal" yang bisa jadi pilihan kamu. Dan rangkaian Dekorasi cantik nan elegan dari "Hello Dekorasi Bekasi" yang jangan sampai kamu lewatkan yaa..

Hubungi kami :
HELLO WEDDING ORGANIZER
WhatsApp : 0813-1068-9271 (Dhika)
Kantor : (021) 82599843
 
Instagram : https://www.instagram.com/hello_weddingorganizer/
Hello Wedding Organizer on Google :
https://g.co/kgs/FTEYv2
https://g.co/kgs/2aQoQJ
https://g.co/kgs/QpjTgb


PROSESI SIRAMAN WANITA DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA by HELLO WEDDING ORGANIZER

(Foto by Hello Wedding Organizer)

Siraman merupakan bagian dari prosesi pernikahan adat jawa yang dilakukan satu hari sebelum acara pernikahan. Setelah prosesi siraman, calon pengantin wanita dipaes, lalu dilanjutkan dengan selamatan. Menjelang malam, dilanjutkan dengan prosesi midodareni di rumah calon mempelai wanita. Prosesi siraman sendiri memiliki tahapan yang tidak tidak sedikit, berikut Prosesi Siraman Wanita dalam Pernikahan Adat Jawa :


1.       Pasang Tarub

Pasang tarub digunakan sebagai tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu di rumah yang bersangkutan. Didahului dengan Pasang Bleketepe, yaitu anyaman dari daun kelapa (janur) yang merupakan simbolis sebagai peneduh, yang dulunya digunakan untuk para tamu yang tidak bisa ditampung keseluruhan didalam rumah yang punya hajat yang sekarang ini diganti dengan tenda yang berwarna-warni.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

2.       Pasang Tuwuhan

Tuwuhan biasanya dipasang di pintu masuk dan biasanya berupa tumbuh-tumbuhan yang masing-masing mempunyai makna. Tuwuhan terdiri dari :


a)   Pohon Pisang Raja yang Buahnya Sudah Masak

Diharapkan pasangan yang akan menikah telah mempunyai pemikiran dewasa dan matang. Sedangkan pisang raja mempunyai makna, pengharapan agar pasangan yang akan dinikahkan kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti raja.


b)   Tebu Wulung

Tebu wulung berwarna merah tua sebagai sumber manis. Hal ini melambangkan kehidupan yang serba enak. Sedangkan makna wulung bagi orang Jawa berarti sepuh atau tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan, diharapkan kedua mempelai mempunyai jiwa sepuh yang selalu bertindak dengan cara bijaksana.


c)    Cengkir Gadhing

Merupakan symbol dari kandungan tempat si jabang bayi atau lambang keturunan.


d)   Daun Randu dari Pari Sewuli

Randu melambangkan sandang, sedangkan pari melambangkan pangan. Sehingga hal itu bermakna agar kedua mempelai selalu tercukupi sandang dan pangannya.


e)   Godhong Apa-apa (Daun yang Bermacam-macam)

Seperti daun beringin yang melambangkan pengayoman, rumput alang-alang dengan harapan agar terbebas dari segala halangan.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

3.        Sungkeman

Calon pengantin wanita sungkeman kepada orangtua, ketika melakukan sungkeman kedua calon pengantin wanita berjongkok dan seolah-olah menyembah kedua orangtua.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

4.       Siraman

Acara siraman yang dilakukan sebelum upacara pernikahan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Air yang merupakan campuran dari bunga setaman yang disebut Tirta Perwitosari yang jika memungkinkan dapat dicampur dengan 7 sumber mata air yang melambangkan sumber kehidupan. 


(Foto by Hello Wedding Organizer)

Sebelum siraman dilakukan, Duta Tirta yaitu orang yang dikirim oleh pihak keluarga calon pengantin wanita untuk membawa sebagian Tirta Perwitosari ini ke rumah calon pengantin pria, untuk dipakai siraman calon pengantin pria. 


(Foto by Hello Wedding Organizer)

Siraman diawali dengan kedua orangtua beserta pini sepuh, yang diharapkan nantinya bisa dijadikan panutan bagi calon pengantin dan diakhiri dengan Pemaes. Biasanya berjumlah tujuh orang, kata tujuh sendiri berasal dari kata Pitu atau Pitulungan dari bahasa jawa yang artinya penolong.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

5.       Pecah Kendi

Sebagai tanda sudah pecah pamor, artinya putrinya sudah siap untuk menikah. Pecahan kendi ini disebut juga dengan kreweng, yang digunakan sebagai alat jual nantinya di acara dodol dawet.


(Foto by Hello Wedding Organizer)


6.        Gendhongan

Kedua orangtua calon pengantin wanita menggendong secara simbolis yang melambangkan sudah mengentaskan putri mereka.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

7.        Dodol Dawet

Kedua orangtua mempelai putri jualan dawet, yang mempunyai makna memberi contoh bagaimana nantinya mencari nafkah sebagai suami istri. Uniknya, orang yang membeli dawet ini menggunakan kreweng atau pecahan kendi tadi dan bukan menggunakan uang.


(Foto by Hello Wedding Organizer) 

8.       Tumpengan

Acara tumpengan disini menggunakan Tumpeng Robyong dimana kedua orangtua calon pengantin wanita melakukan suapan yang terakhir kepada putrinya. Lalu dilanjutkan dengan acara ramah tamah beserta tamu, yang menandakan diakhirinya upacara siraman.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

9.        Dulangan

Dulangan berarti suapan terakhir, ritual pernikahan adat jawa yang satu ini melambangkan tanggungjawab terakhir orangtua terhadap anaknya. Momen ini cukup mengharukan karena sekaligus melepas anak untuk membangun keluarganya sendiri. 


(Foto by Hello Wedding Organizer)


10.    Ngitung Kreweng

Uang kreweng terbuat dari tanah liat dan dibuat berbentuk bulat dan lebih besar daripada koin pada umumnya. Uang kreweng ini dipakai untuk membeli segelas dawet yang dijual oleh orangtua calon pengantin wanita.


(Foto by Hello Wedding Organizer)

11.    Tanem Rikmo

Ritual pernikahan adat jawa selanjutnya adalah memotong sedikit rambut kedua calon pengantin lalu menanamkannya. Ritual adat jawa ini bertujuan agar kedua calon pengantin dijauhkan dari segala hal buruk dalam rumah tangga. 



(Foto by Hello Wedding Organizer)

12.    Lepas Ayam Dere

Lalu dilanjutkan dengan pelepasan ayam jantan hitam sebagai bentuk keikhlasan orangtua melepas anaknya hidup mandiri. Seperti seekor ayam yang bisa mencari makan sendiri. 


(Foto by Hello Wedding Organizer)

Apabila kamu mencari Catering yang Amanah dan Profesional jatuhkan pilihanmu kepada "Hello Catering & Wedding Package", karena Hello Catering mempunyai Tim WO On The Day sendiri yaitu "Hello Wedding Organizer" yang akan membantu Acaramu sampai tuntas.

Jangan lupa, balutan Kebaya dan Gaun terpercaya dari "Hello Bridal" yang bisa jadi pilihan kamu. Dan rangkaian Dekorasi cantik nan elegan dari "Hello Dekorasi Bekasi" yang jangan sampai kamu lewatkan yaa..

Hubungi kami :
HELLO WEDDING ORGANIZER
WhatsApp : 0813-1068-9271 (Dhika)
Kantor : (021) 82599843
 
Instagram : https://www.instagram.com/hello_weddingorganizer/
Hello Wedding Organizer on Google :
https://g.co/kgs/FTEYv2
https://g.co/kgs/2aQoQJ
https://g.co/kgs/QpjTgb

Rabu, 29 September 2021

REKOMENDASI PRIVATE VENUE DI BEKASI UNTUK ACARA PERNIKAHAN BY HELLO WEDDING ORGANIZER

Dalam merencanakan pernikahan, pemilihan venue menempati urutan pertama dalam persiapan pernikahan. Sejak memulai persiapan, calon pengantin terkadang belum memiliki pilihan, sehingga harus bergegas mencari venue seperti apa yang memiliki kapasitas memadai untuk jumlah tamu yang diundang. Tidak sedikit calon pengantin yang menginginkan venue private untuk mendapatkan suasana yang nyaman untuk pernikahan mereka.

Berikut adalah Rekomendasi Private Venue di Bekasi untuk Acara Pernikahan yang bisa dijadikan acuan :


1.   Pendopo Uti

Terletak di wilayah Jatiasih – Bekasi, Pendopo Uti memiliki area indoor bangunan gaya tradisional Jawa Rumah Joglo dan lahan area outdoor yang cukup luas. Ada beberapa bangunan lagi yang bisa digunakan untuk penginapan calon pengantin dan keluarga yang tidak jauh dari lokasi. Pendopo Uti termasuk dalam venue private, karena tidak berada di jalan besar, lokasinya masuk ke jalan kecil dan tidak banyak berlalu-lalang kendaraan.

Venue : Indoor & Outdoor

Alamat : Jl. Timur Asih RT. 007/ 008, Jatiasih – Bekasi

Kapasitas : 100 – 1000 Orang


(Foto by Hello Wedding Organizer)

2.    Nassa Valley

Berlokasi di daerah Jatimurni – Bekasi, Nassa Valley sebenarnya adalah lokasi outbond dan ruang pertemuan bagi para siswa/i yang bersekolah di Nasional Satu/ Nassa. Tetapi karena tempatnya yang asri, seringkali disewakan untuk venue pernikahan dengan konsep garden party. Terdapat area indoor mini castle dan area outdoor taman, serta ruangan untuk rias calon pengantin dan keluarga serta lahan outdoor untuk acara pernikahan dengan venue private.

Venue : Indoor & Outdoor

Alamat : Gg. Rambutan No. 8 RT. 003/ 007, Jatimurni, Pondok Melati – Bekasi

Kapasitas : 100 – 600 Orang


(Foto by Hello Wedding Organizer)

3.    Galea Belangi

Bagi calon pengantin yang menyukai nuansa alam, Galea Belangi merupakan venue pernikahan yang sangat cocok. Berlokasi di kawasan Jatimurni – Bekasi ini menawarkan 2 konsep pernikahan, yakni indoor dan outdoor. Area outdoor dengan perpaduan alam yang asri dan lahan yang luas serta memiliki bangunan gaya tradisional Jawa Rumah Joglo untuk area indoor.

Venue : Indoor & Outdoor

Alamat : Jl. Mabes 2 No. 5, RT. 001/ 006, Jatimurni, Pondok Melati – Bekasi

Kapasitas : 100 – 1500 Orang


(Foto by Hello Wedding Organizer)

4.   Omah Joglo

Memiliki area indoor gaya tradisional Jawa Rumah Joglo yang berlokasi di daerah Cikarang Barat – Bekasi, Omah Joglo sangat cocok untuk pernikahan adat Jawa hingga yang bersifat modern. Tempat parkir kendaraannya juga cukup luas, sehingga tamu undangan tidak perlu repot mencari lahan parkir.

Venue : Indoor

Alamat : Telajung, Cikarang Barat – Bekasi

Kapasitas : 100 – 100 Orang


(Foto by Hello Wedding Organizer)

5.   Omah Kebon

Venue outdoor yang terletak di Pekayon – Bekasi ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari pendopo, kolam renang, mushola serta 2 kamar penginapan untuk digunakan pengantin dan keluarga. Selain itu, Omah Kebon juga memiliki kolam kecil yang menjadi spot aestetic di halaman belakang untuk sesi foto pengantin.

Venue : Outdoor

Alamat : Jl. Damar 5 Terusan No. 12, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan –  Bekasi

Kapasitas : 100 – 1200 Orang


(Foto by Hello Wedding Organizer)

6.   Kebon Ulin

Berlokasi di daerah Jatibening – Bekasi, Kebon Ulin memiliki area outdoor kolam renang yang bisa dijadikan spot untuk acara pernikahan. Selain itu, area indoor Kebon Ulin cukup bagus direkomendasikan untuk calon pengantin.

Venue : Indoor & Outdoor

Alamat : Jl. H. Kimin RT. 003/ 001, Jatibening, Pondokgede – Bekasi

Kapasitas : 100 – 600 Orang


(Foto by Hello Wedding Organizer)

Apabila kamu mencari Catering yang Amanah dan Profesional jatuhkan pilihanmu kepada "Hello Catering & Wedding Package", karena Hello Catering mempunyai Tim WO On The Day sendiri yaitu "Hello Wedding Organizer" yang akan membantu Acaramu sampai tuntas.

Jangan lupa, balutan Kebaya dan Gaun terpercaya dari "Hello Bridal" yang bisa jadi pilihan kamu. Dan rangkaian Dekorasi cantik nan elegan dari "Hello Dekorasi Bekasi" yang jangan sampai kamu lewatkan yaa..

Hubungi kami :
HELLO WEDDING ORGANIZER
WhatsApp : 0813-1068-9271 (Dhika)
Kantor : (021) 82599843
 
Instagram : https://www.instagram.com/hello_weddingorganizer/
Hello Wedding Organizer on Google :
https://g.co/kgs/FTEYv2
https://g.co/kgs/2aQoQJ
https://g.co/kgs/QpjTgb

MAKNA PROSESI NYAWER ATAU SAWERAN DALAM PERNIKAHAN ADAT SUNDA by HELLO WEDDING ORGANIZER

(Foto by Hello Wedding Organizer) Budaya  Nyawer  atau  Saweran  dalam adat pernikahan Sunda menjadi acara yang menambah semarak dan kemeria...